Jakarta – Sebuah terobosan signifikan dalam ranah pembayaran digital lintas negara akan segera terwujud. Bank Indonesia (BI) dan Bank of Korea (BoK) secara resmi mengumumkan kerja sama integrasi sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang memungkinkan wisatawan dan pelaku usaha Indonesia untuk bertransaksi di Korea Selatan mulai April 2026. Kesepakatan bersejarah ini menandai babak baru dalam kemudahan bertransaksi non-tunai, menghapuskan kebutuhan penukaran mata uang fisik yang seringkali merepotkan dan memakan waktu.
Integrasi sistem pembayaran QR antarnegara ini merupakan hasil konkret dari High-Level Meeting (HLM) antara kedua bank sentral yang berlangsung intensif. HLM tersebut menjadi tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang sebelumnya telah ditandatangani pada Juni 2024. Kecepatan realisasi dari penandatanganan MoU hingga penetapan tanggal implementasi menunjukkan komitmen kuat dari BI dan BoK untuk mempercepat digitalisasi sistem pembayaran dan memfasilitasi aktivitas ekonomi bilateral.
Langkah ini juga merupakan bagian integral dari penguatan skema Local Currency Transaction (LCT) antara Indonesia dan Korea Selatan yang telah berjalan sejak September 2024. Skema LCT dirancang untuk mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral, sehingga mengurangi ketergantungan pada mata uang pihak ketiga seperti Dolar AS. Dengan demikian, integrasi QRIS tidak hanya menawarkan kemudahan praktis bagi individu, tetapi juga memiliki dampak strategis yang lebih luas dalam menjaga stabilit stabilitas keuangan regional dan memperkuat otonomi ekonomi kedua negara.
Bank Indonesia menjelaskan bahwa tujuan utama dari pembayaran QR antarnegara ini adalah untuk menyederhanakan pengalaman transaksi bagi masyarakat kedua negara ketika berada di luar negeri. Bayangkan kemudahan bagi seorang wisatawan Indonesia yang sedang menikmati keindahan Seoul, kini bisa membeli makanan di kedai pinggir jalan, berbelanja oleh-oleh di Myeongdong, atau membayar transportasi umum hanya dengan memindai kode QR melalui aplikasi perbankan atau dompet digital yang sudah terhubung dengan QRIS di ponsel mereka. Demikian pula sebaliknya, wisatawan Korea Selatan yang berkunjung ke Bali atau Jakarta dapat menggunakan aplikasi pembayaran mereka untuk berbelanja di toko-toko yang menerima QRIS di Indonesia.
QRIS sendiri telah menjadi tulang punggung sistem pembayaran non-tunai di Indonesia sejak diluncurkan pada tahun 2019. Dengan satu kode QR yang dapat diakses melalui berbagai penyedia layanan pembayaran, QRIS telah merevolusi cara masyarakat Indonesia bertransaksi, memfasilitasi inklusi keuangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital. Keberhasilannya di pasar domestik telah mendorong BI untuk memperluas jangkauannya secara internasional, menjadikannya instrumen penting dalam diplomasi ekonomi digital Indonesia. Sebelum Korea Selatan, QRIS telah sukses diimplementasikan untuk transaksi lintas batas dengan beberapa negara ASEAN lainnya seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, dan segera menyusul Vietnam. Penambahan Korea Selatan ke dalam daftar ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam ekosistem pembayaran digital regional.

Keputusan untuk mengintegrasikan QRIS dengan sistem pembayaran Korea Selatan datang pada waktu yang sangat tepat, mengingat pertumbuhan pesat jumlah wisatawan Indonesia ke Negeri Ginseng. Menurut data yang dilansir sebelumnya, jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Korea Selatan diperkirakan akan memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada tahun 2025. Peningkatan drastis ini didorong oleh popularitas budaya pop Korea atau "Hallyu" yang meliputi K-pop, K-drama, fashion, dan kuliner, serta semakin mudahnya akses perjalanan. Dengan adanya QRIS, pengalaman liburan para pelancong ini akan menjadi jauh lebih praktis, efisien, dan menyenangkan, karena mereka tidak perlu lagi khawatir tentang menukar mata uang, membawa uang tunai dalam jumlah besar, atau mencari mesin ATM.
Manfaat dari kerja sama ini melampaui sekadar kenyamanan bagi wisatawan. Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Korea Selatan yang sering berinteraksi dengan turis Indonesia, penerimaan pembayaran melalui QRIS berarti akses ke pasar yang lebih luas tanpa biaya konversi mata uang yang tinggi atau kerumitan administratif. Hal ini dapat meningkatkan pendapatan mereka dan mempercepat siklus transaksi. Demikian pula bagi UMKM Indonesia yang menjual produk atau jasa kepada turis Korea, sistem ini akan memberikan kemudahan yang serupa. Ini adalah dorongan signifikan bagi perdagangan bilateral dan investasi, memungkinkan bisnis dari kedua negara untuk beroperasi dengan lebih mulus di pasar masing-masing.
Selain itu, skema LCT yang menjadi payung bagi integrasi QRIS ini memiliki implikasi ekonomi makro yang penting. Dengan mempromosikan penggunaan Rupiah dan Won dalam transaksi bilateral, kedua negara dapat mengurangi eksposur terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang global lainnya. Ini dapat berkontribusi pada stabilitas ekonomi, mengurangi biaya transaksi untuk perdagangan dan investasi, serta memperdalam integrasi keuangan antara Indonesia dan Korea Selatan. Bank sentral di kedua negara melihat ini sebagai langkah progresif untuk membangun arsitektur keuangan regional yang lebih tangguh dan mandiri.
Keamanan transaksi juga menjadi prioritas utama dalam pengembangan sistem ini. Bank Indonesia dan Bank of Korea telah memastikan bahwa infrastruktur pembayaran yang digunakan memenuhi standar keamanan tertinggi, melindungi data pengguna dan transaksi dari potensi ancaman siber. Protokol enkripsi canggih dan sistem otentikasi multi-faktor akan menjadi bagian integral dari sistem, memberikan ketenangan pikiran bagi pengguna.
Ke depan, keberhasilan implementasi QRIS di Korea Selatan ini diharapkan akan membuka jalan bagi kerja sama lebih lanjut dalam inovasi pembayaran digital. Ini bisa mencakup pengembangan fitur-fitur baru, peningkatan kecepatan transaksi, atau bahkan integrasi dengan layanan keuangan lainnya seperti remitansi atau investasi. Kedua bank sentral berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar, memastikan bahwa sistem pembayaran mereka tetap relevan dan efisien di era digital yang terus berkembang.
Secara keseluruhan, peluncuran QRIS di Korea Selatan pada April 2026 adalah pencapaian monumental yang mencerminkan visi Bank Indonesia untuk menjadi pelopor dalam konektivitas pembayaran digital regional. Ini bukan hanya tentang kemudahan bertransaksi, tetapi juga tentang memperkuat hubungan bilateral, mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, dan membangun fondasi yang lebih kokoh untuk masa depan keuangan digital Indonesia di kancah global. Wisatawan dan pelaku usaha Indonesia kini dapat menantikan pengalaman liburan dan bisnis yang jauh lebih praktis dan efisien di Korea Selatan.



