"Saya ingin menyampaikan ini karena kita sadar dan mengerti bahwa dunia kita sekarang penuh dengan dinamika yang berbahaya," ujar Prabowo, mengawali pidatonya dengan nada serius. Ia menambahkan, "Di mana-mana meletus perang, hampir di semua kawasan di dunia, terutama di kawasan Timur Tengah. Beberapa saat yang lalu kita menyadari ada perang yang besar di Eropa, di Ukraina. Sekarang hampir seluruh Timur Tengah terkena." Konflik di Ukraina, yang telah berlangsung sejak beberapa waktu sebelumnya, telah mengguncang stabilitas Eropa dan memicu krisis energi serta pangan global. Kini, perhatian dunia kembali tertuju pada Timur Tengah, di mana ketegangan antara berbagai aktor regional dan internasional mencapai titik didih, mengancam untuk memicu konflik yang lebih luas dan merusak.
Meskipun secara geografis Indonesia terbentang ribuan kilometer dari pusat-pusat konflik tersebut, Presiden Prabowo menekankan bahwa dampak dari gejolak global ini tidak dapat diabaikan. Ia menggarisbawahi realitas dunia yang semakin terhubung, di mana krisis di satu kawasan dapat dengan cepat merambat dan mempengaruhi stabilitas ekonomi, politik, dan sosial di belahan dunia lain. Gangguan pada rantai pasok global, fluktuasi harga energi, dan peningkatan risiko keamanan maritim adalah beberapa contoh konkret bagaimana konflik di Timur Tengah dan Eropa dapat secara langsung atau tidak langsung dirasakan oleh masyarakat Indonesia.
Menyikapi kondisi tersebut, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat dengan konsisten mempertahankan prinsip politik luar negeri "bebas aktif" dan tidak memihak pada blok kekuatan mana pun. Prinsip ini, yang telah menjadi tulang punggung diplomasi Indonesia sejak era kemerdekaan, memungkinkan negara untuk menjaga independensi, membangun jembatan perdamaian, dan berfokus pada kepentingan nasional tanpa terjerat dalam polarisasi kekuatan besar.
"Bangsa kita, negara kita berada dalam jalur yang sudah benar. Kita berada di jalur tidak memihak. Kita selalu berada di jalur bebas aktif, non-blok. Kita tidak ingin ikut blok mana pun. Kita menghormati semua kekuatan, kita menghormati semua negara. Itulah Indonesia," tegas Prabowo. Ia menjelaskan bahwa prinsip bebas aktif ini sejalan dengan semangat kebinekaan yang menjadi dasar kehidupan bangsa Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Konsep "berbeda-beda tetapi tetap satu" ini tidak hanya relevan untuk menjaga kerukunan di dalam negeri yang multi-etnis, multi-agama, dan multi-ras, tetapi juga menjadi pedoman dalam interaksi Indonesia dengan dunia internasional.
Prabowo melanjutkan, "Bhinneka Tunggal Ika di dalam negeri, tapi juga ke luar negeri kita menghormati semua bangsa, menghormati semua agama, menghormati semua ras, menghormati semua kelompok etnis. Inilah yang membuat Indonesia sekarang menikmati kondisi yang damai. Kita bisa hidup berdampingan ratusan kelompok etnis tapi kita bisa rukun." Filosofi ini mencerminkan pendekatan inklusif Indonesia dalam hubungan internasional, mempromosikan dialog, saling pengertian, dan penyelesaian konflik secara damai, alih-alih konfrontasi atau polarisasi.
Di tengah kondisi global yang bergejolak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia juga harus bersiap menghadapi berbagai kemungkinan dampak yang muncul, baik itu di sektor ekonomi, sosial, maupun keamanan. "Saudara-saudara, seluruh dunia sedang mengalami goncangan, seluruh dunia. Akibat perang di Timur Tengah kita terus terang saja harus siap menghadapi kesulitan," ujarnya, mengisyaratkan perlunya kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi tantangan yang mungkin timbul, seperti lonjakan harga komoditas, gangguan logistik, atau bahkan potensi ancaman keamanan siber.
Meski demikian, Prabowo menyatakan kebanggaannya terhadap peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dinilainya menjadi salah satu pilar utama negara dalam menjaga stabilitas nasional. Menurut Prabowo, TNI telah membuktikan diri sebagai tentara rakyat yang mengabdi untuk seluruh bangsa Indonesia, tanpa membedakan golongan maupun kelompok. "TNI kita adalah tentara rakyat, tentara yang lahir dari rakyat, berjuang untuk rakyat. Mereka adalah penjaga kedaulatan kita, pelindung semua etnis, semua agama, semua ras di Indonesia," imbuhnya, menekankan pentingnya peran TNI dalam menjaga keutuhan wilayah dan keamanan seluruh warga negara, sekaligus menjadi instrumen penting dalam diplomasi pertahanan dan misi perdamaian dunia.
Sementara itu, sejalan dengan keprihatinan Presiden, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI juga menerima laporan yang mengkhawatirkan dari berbagai perwakilan di kawasan Timur Tengah mengenai situasi keamanan yang semakin memburuk. Pemerintah Indonesia kembali menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkat dan meluasnya ketegangan serta potensi dampaknya di Timur Tengah, yang bisa berujung pada krisis kemanusiaan dan destabilisasi regional yang lebih parah.
Melalui pernyataan resmi yang diunggah di platform X pada Senin, 9 Maret 2026, Kemlu RI secara tegas menyerukan kepada semua pihak yang terlibat untuk menahan diri. "Pemerintah Indonesia menyerukan kepada Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Iran, serta menyerukan kepada Iran untuk menghentikan serangan yang menargetkan negara-negara tetangga di kawasan, termasuk Perserikatan Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Oman, Bahrain, Kuwait, dan Yordania," tulis Kemlu RI. Seruan ini mencerminkan komitmen Indonesia terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan upaya menjaga perdamaian di kawasan strategis tersebut.
Pemerintah RI menegaskan kembali kewajiban semua pihak untuk menegakkan prinsip-prinsip hukum internasional, khususnya mengenai larangan penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara lain, sebagaimana diatur dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pelanggaran terhadap prinsip-prinsip ini dapat memicu siklus kekerasan tanpa akhir dan mengancam tatanan dunia berbasis aturan.
"Indonesia mendorong para pihak untuk menahan diri secara maksimal, meredakan ketegangan, serta kembali ke meja perundingan melalui dialog dan diplomasi," tulis Kemlu. Pendekatan dialog dan diplomasi dianggap sebagai satu-satunya jalan keluar yang berkelanjutan dari krisis ini, dibandingkan dengan eskalasi militer yang hanya akan menimbulkan lebih banyak penderitaan dan kehancuran.
Selanjutnya, pemerintah Indonesia terus memantau secara cermat dampak konflik terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan konflik dan telah menyiapkan langkah-langkah kontingensi jika kondisi mengharuskan dilakukannya repatriasi dari berbagai negara. Tim khusus dari Kemlu dan perwakilan RI di Timur Tengah telah diinstruksikan untuk selalu siaga, memastikan keselamatan WNI, dan siap memberikan bantuan konsuler serta evakuasi jika diperlukan.

Untuk analisis lebih mendalam mengenai perkembangan situasi global dan respons Indonesia, masyarakat dapat menyaksikan pembahasan selengkapnya hanya di program detikPagi edisi Selasa, 10 Maret 2026. Program ini menyajikan menu sarapan informasi khas detikPagi secara langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 08.00-11.00 WIB, di 20.detik.com, YouTube, dan TikTok detikcom. Tidak hanya menyimak, pemirsa juga bisa berbagi ide, cerita, hingga membagikan pertanyaan lewat kolom live chat, menjadikannya platform interaktif untuk memahami isu-isu krusial. Seperti slogan khasnya, "Detik Pagi, Jangan Tidur Lagi!" program ini mengajak masyarakat untuk terus melek informasi dan berpartisipasi aktif dalam diskusi mengenai dinamika global yang mempengaruhi kehidupan kita.



