Monumen Nasional (Monas), ikon kebanggaan Ibu Kota Jakarta, dipastikan akan tetap membuka pintunya bagi para pengunjung sepanjang bulan suci Ramadan 2026. Kendati demikian, Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas telah menetapkan penyesuaian pada jam operasional Tugu Monas, sementara kawasan tamannya tetap dapat diakses dengan jam reguler. Keputusan ini diambil untuk tetap melayani masyarakat yang ingin menikmati keindahan dan sejarah Monas, sekaligus menghormati kekhusyukan bulan puasa yang identik dengan ibadah dan refleksi diri.
Muhammad Isa Sanuri, Ketua UPK Monas, dalam konfirmasinya pada Selasa (17/2/2026), menjelaskan bahwa Tugu Monas akan beroperasi dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Ini merupakan sedikit perubahan dari jam operasional normal untuk area tugu, yang disesuaikan agar tidak mengganggu aktivitas ibadah dan waktu berbuka puasa masyarakat. Penyesuaian jam ini mempertimbangkan bahwa banyak pengunjung, terutama yang berpuasa, mungkin memilih untuk tidak terlalu lama berada di luar ruangan pada siang hari atau ingin kembali ke rumah untuk mempersiapkan buka puasa.
Sementara itu, untuk kawasan Monas secara keseluruhan, termasuk area taman dan pelataran, jam operasional tetap berlangsung dari pukul 06.00 hingga 22.00 WIB. Ini memungkinkan pengunjung untuk menikmati area taman yang luas dan rindang di pagi hari untuk berolahraga, atau sekadar bersantai di sore hari menjelang waktu berbuka puasa. Fleksibilitas ini memastikan bahwa Monas tetap menjadi ruang publik yang vital bagi warga Jakarta, bahkan selama bulan Ramadan.
Isa juga menegaskan bahwa tidak ada perubahan pada struktur harga tiket masuk, baik untuk akses ke puncak tugu maupun museum di dalamnya. Harga tiket tetap sama dengan hari-hari biasa, menjadikan Monas sebagai destinasi wisata yang terjangkau bagi berbagai kalangan. Konsistensi harga ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung, terutama keluarga, pelajar, dan mahasiswa, untuk tetap berwisata edukasi di bulan yang penuh berkah ini.
Meskipun jam operasional tugu dipersingkat, pesona Monas tidak hanya terbatas pada puncaknya. Kawasan Monas menawarkan berbagai pengalaman menarik lainnya yang cocok dinikmati selama Ramadan. Pengunjung dapat menjelajahi Museum Sejarah Nasional yang terletak di bawah tugu, menyimpan diorama-diorama kaya sejarah perjuangan bangsa Indonesia sejak masa prasejarah hingga era kemerdekaan. Setiap diorama menyajikan narasi visual yang kuat, memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana Indonesia meraih kemerdekaannya. Kunjungan ke museum ini bisa menjadi kegiatan edukatif yang sempurna untuk mengisi waktu luang di bulan puasa.
Selain itu, area taman Monas yang luas dan rindang seringkali menjadi pilihan favorit untuk piknik keluarga, jogging santai di pagi hari, atau sekadar menikmati suasana kota yang lebih tenang. Dengan luas sekitar 80 hektar, taman ini menyediakan ruang hijau yang vital di tengah hiruk pikuk Jakarta, lengkap dengan pepohonan peneduh dan kolam air mancur. Keberadaan air mancur menari yang biasanya beroperasi di malam hari juga menambah daya tarik kawasan ini, meskipun perlu dikonfirmasi jadwal spesifiknya selama Ramadan. Bagi mereka yang ingin berolahraga ringan atau sekadar berjalan-jalan sore sambil menunggu waktu berbuka, area taman Monas adalah pilihan ideal.
Sebagai simbol kemerdekaan dan perjuangan bangsa, Monas memiliki nilai historis dan edukatif yang tak tergantikan. Tugu setinggi 132 meter ini melambangkan semangat api perjuangan yang tak pernah padam. Kunjungan ke Monas, terutama di bulan Ramadan, dapat menjadi momen refleksi akan nilai-nilai kebangsaan dan semangat persatuan yang telah diwariskan oleh para pahlawan. Ini adalah tempat yang ideal untuk mengenalkan generasi muda pada sejarah Indonesia, sembari menikmati suasana kebersamaan dalam balutan bulan suci.
Kunjungan ke Monas di bulan Ramadan seringkali menyajikan pengalaman yang berbeda. Menurut Isa Sanuri, jumlah pengunjung cenderung sedikit selama bulan puasa. Kondisi ini justru bisa menjadi keuntungan bagi mereka yang mencari ketenangan dan ingin menikmati Monas tanpa keramaian berlebihan. Suasana yang lebih syahdu dan tenang memungkinkan pengunjung untuk lebih mendalami setiap sudut Monas, baik di museum maupun di area taman, tanpa terburu-buru. Ini juga bisa menjadi alternatif rekreasi edukatif bagi keluarga yang ingin mengisi waktu ngabuburit dengan kegiatan positif sebelum berbuka puasa, atau sekadar mencari tempat yang nyaman untuk bersantai dan bercengkrama.
Salah satu faktor yang menjadikan Monas sebagai destinasi favorit adalah kemudahan akses transportasinya. Terletak strategis di jantung kota Jakarta, Monas mudah dijangkau dengan berbagai moda transportasi umum yang modern dan efisien. Pengunjung dapat menggunakan TransJakarta dengan banyak rute yang berhenti di sekitar kawasan Monas, seperti Halte Monas atau Gambir. Alternatif lainnya adalah kereta rel listrik (KRL) Commuter Line dengan stasiun terdekat seperti Gondangdia atau Juanda, yang hanya berjarak singkat dari Monas. Bahkan, MRT Jakarta juga dapat menjadi pilihan, dengan stasiun terdekat seperti Bundaran HI yang kemudian dapat disambung dengan bus atau taksi daring. Selain itu, ketersediaan taksi daring dan ojek online juga semakin memudahkan perjalanan menuju Monas, menjadikannya pilihan wisata yang ekonomis dan praktis bagi warga maupun wisatawan dari luar kota.
Lingkungan sekitar Monas juga kaya akan destinasi menarik lainnya yang dapat diintegrasikan dalam satu rencana perjalanan. Istana Negara, sebagai kediaman resmi Presiden Republik Indonesia, berada tepat di seberang Monas, menawarkan pemandangan arsitektur klasik yang megah. Museum Nasional Indonesia, atau yang dikenal juga dengan Museum Gajah, adalah salah satu museum terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara, menyimpan koleksi artefak sejarah dan budaya yang tak ternilai. Tak jauh dari Monas, terdapat pula Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara, yang berdiri megah berdampingan dengan Gereja Katedral Jakarta, melambangkan toleransi beragama di Indonesia. Hal ini memungkinkan pengunjung untuk merencanakan kunjungan multi-destinasi dalam satu hari, memperkaya pengalaman wisata mereka di Jakarta. Berbagai pilihan kuliner juga tersedia di sekitar kawasan Monas, meskipun di bulan Ramadan, pengunjung perlu memperhatikan jam operasional restoran dan warung makan yang menyesuaikan dengan waktu berbuka puasa.
UPK Monas memastikan bahwa seluruh operasional selama Ramadan akan tetap berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Ini mencakup aspek keamanan pengunjung yang dijaga oleh petugas, kebersihan kawasan yang selalu diprioritaskan, dan kenyamanan pengunjung melalui fasilitas yang terawat. Meskipun tidak ada persiapan khusus yang bersifat ‘ekstra’ dalam artian event atau dekorasi tematik, komitmen untuk menjaga kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama. Petugas Monas akan tetap siaga untuk membantu dan mengarahkan pengunjung, memastikan pengalaman yang aman dan menyenangkan bagi semua.
Untuk memberikan panduan yang jelas, berikut adalah rincian harga tiket masuk Monas yang tidak mengalami perubahan selama Ramadan:
Tiket Puncak Tugu Monas:
- Dewasa: Rp 24.000
- Mahasiswa: Rp 13.000
- Pelajar/Anak-anak: Rp 6.000
Tiket Museum Monas (Dasar Tugu):
- Dewasa: Rp 8.000
- Mahasiswa: Rp 5.000
- Pelajar/Anak-anak: Rp 3.000
Pengunjung diharapkan untuk membeli tiket di loket resmi atau melalui platform yang ditunjuk untuk menghindari penipuan atau hal-hal yang tidak diinginkan. Disarankan juga untuk mempersiapkan uang tunai atau menggunakan metode pembayaran non-tunai yang tersedia.

Dengan segala penyesuaian dan fasilitas yang ada, Monas tetap menjadi pilihan destinasi wisata yang relevan dan menarik selama bulan Ramadan. Ini adalah kesempatan emas untuk menikmati keindahan arsitektur, mendalami sejarah bangsa, dan menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga atau teman, sembari merasakan nuansa spiritual bulan suci. Jadi, bagi Anda yang mencari kegiatan edukatif dan rekreasi yang berbeda di tengah Ramadan, Monas siap menyambut kunjungan Anda dengan tangan terbuka, menawarkan pengalaman yang tak terlupakan di jantung Ibu Kota.

