Sebuah insiden dramatis yang terekam jelas oleh kamera pengawas CCTV di kawasan Pasar Tapen, Kecamatan Kudu, Jombang, Jawa Timur, berhasil digagalkan berkat keberanian luar biasa dari warga dan pedagang setempat. Video rekaman yang kini telah menyebar luas dan viral di berbagai platform media sosial tersebut memperlihatkan detik-detik mencekam sebuah mobil yang tengah melintas dengan mencurigakan, di mana dari dalam mobil terdengar suara teriakan minta tolong yang memilukan. Korban, yang belakangan diidentifikasi sebagai Daniriansyah, seorang pria asal Buduran, Sidoarjo, berhasil diselamatkan dari upaya dugaan penculikan berkat kesigapan masyarakat.
Klip video berdurasi singkat namun padat informasi itu menunjukkan sebuah mobil jenis MPV berwarna gelap yang tiba-tiba berhenti dan melakukan manuver maju-mundur berulang kali di tengah keramaian pagi di Pasar Tapen. Gerak-gerik aneh mobil tersebut seketika menarik perhatian warga dan pedagang yang sudah memulai aktivitasnya sejak dini hari. Di tengah kebingungan dan kecurigaan yang menyelimuti, terdengar jelas suara teriakan minta tolong dari dalam kendaraan, mengoyak kesunyian subuh dan memicu naluri kemanusiaan kolektif. "Warga dan Pedagang Pasar Tapen Gagalkan Insiden Penculikan," demikian keterangan yang menyertai unggahan video tersebut di salah satu akun Instagram populer, sebagaimana dilaporkan oleh detikJatim pada Selasa (3/2/2026), memicu gelombang komentar dan apresiasi dari warganet.
Menurut penuturan saksi mata di lokasi kejadian, mobil yang dikendarai oleh para terduga pelaku tampak seolah terjebak atau sengaja membuat kebingungan dengan memaju-mundurkan kendaraan. Diduga kuat, manuver tersebut adalah upaya untuk mengulur waktu atau mencari celah untuk melarikan diri, atau bahkan sebagai bentuk perlawanan dari korban di dalam yang menyebabkan mobil tidak bisa bergerak lurus. Sejumlah warga yang melihat kejadian tak biasa itu lantas berupaya mendekati mobil, mencoba mengintip ke balik kaca gelap untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Pada saat itulah, dugaan kuat bahwa korban di dalam mobil tengah berteriak minta tolong semakin menguat, mendorong warga untuk bertindak lebih jauh.
Dengan sigap dan tanpa komando, puluhan warga dan pedagang yang mendengar teriakan serta melihat keganjilan pada mobil tersebut langsung berinisiatif mengepung kendaraan. Beberapa di antaranya bahkan mencoba membuka paksa pintu mobil, sementara yang lain berteriak meminta pertanggungjawaban dari orang-orang di dalam. Drama penyelamatan ini mencapai puncaknya ketika mobil yang maju mundur itu akhirnya berhenti total. Pintu bagian belakang sebelah kanan mobil terbuka, dan dari sana, Daniriansyah, pria asal Buduran, Sidoarjo, yang tampak syok dan ketakutan, berhasil keluar. Ia segera ditarik oleh warga yang sudah menanti, sementara para terduga pelaku yang berada di dalam mobil, mengambil kesempatan di tengah kerumunan dan kepanikan, langsung tancap gas melarikan diri dengan kecepatan tinggi, menghilang di kegelapan subuh.
Korban, Daniriansyah, kemudian menceritakan pengalamannya yang mengerikan kepada warga dan pihak berwajib. Ia mengaku tiba-tiba didatangi oleh tiga orang tak dikenal di kosnya yang berlokasi di wilayah Buduran, Sidoarjo, pada dini hari sebelum kejadian. Tanpa peringatan atau alasan yang jelas, ia dipaksa masuk ke dalam mobil tersebut. Selama perjalanan yang penuh ketegangan, Daniriansyah diduga mengalami penganiayaan dan ancaman, membuatnya mencari celah untuk meminta bantuan saat mobil melintas di keramaian. Keberaniannya untuk berteriak dan kegigihannya melawan di dalam mobil menjadi kunci penyelamatannya.
Terpisah, Kapolsek Tarik AKP Heri Setyawan membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kejadian bermula pada Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Meskipun insiden penyelamatan terjadi di Jombang, kasus ini memiliki keterkaitan erat dengan wilayah hukumnya di Sidoarjo, mengingat Daniriansyah merupakan warga Buduran, Sidoarjo, dan dugaan awal penculikan ini bermula dari kediamannya di sana. "Saat dihentikan oleh warga, ternyata benar ada korban penganiayaan di dalam mobil. Warga kemudian menolong korban, sementara pelaku berhasil melarikan diri," ujar Kapolsek Tarik AKP Heri Setyawan saat dimintai konfirmasi melalui telepon selulernya pada Selasa (2/2/2026).
AKP Heri menambahkan bahwa pihak kepolisian, khususnya Polsek Tarik dan Polres Jombang, tengah berkoordinasi erat untuk mengusut tuntas kasus ini. "Kami tengah mendalami motif di balik dugaan penculikan dan penganiayaan ini. Tim gabungan telah dibentuk untuk memburu para pelaku yang identitasnya masih misterius. Beberapa saksi kunci, termasuk korban sendiri, telah dimintai keterangan untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin," jelasnya. Pihak berwajib juga sedang memeriksa rekaman CCTV dari berbagai sudut di sekitar lokasi kejadian dan rute yang mungkin dilewati para pelaku untuk mengidentifikasi kendaraan dan para individu yang terlibat.
Penyelamatan Daniriansyah oleh warga Pasar Tapen ini menjadi sorotan utama, tidak hanya di media sosial tetapi juga di kalangan masyarakat luas. Aksi heroik warga yang tanpa ragu mendekati mobil mencurigakan dan menyelamatkan korban patut diacungi jempol. Ini menunjukkan betapa pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan dan bertindak cepat saat melihat indikasi kejahatan. "Kami sangat mengapresiasi setinggi-tingginya keberanian dan kesigapan warga Pasar Tapen yang telah menjadi pahlawan bagi korban. Tanpa mereka, mungkin ceritanya akan berbeda," tutur AKP Heri Setyawan, menekankan bahwa partisipasi aktif masyarakat adalah aset tak ternilai dalam penegakan hukum dan pencegahan kejahatan.
Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di dini hari atau di tempat-tempat sepi. Kepolisian mengimbau agar masyarakat tidak ragu melaporkan setiap gerak-gerik atau aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib. Selain itu, pihak kepolisian juga mengingatkan tentang pentingnya memiliki sistem keamanan pribadi yang memadai, seperti mengunci pintu kos atau rumah dengan aman, serta tidak mudah percaya pada orang asing.
Saat ini, Daniriansyah dilaporkan dalam kondisi fisik yang relatif stabil, meskipun masih dalam kondisi syok dan trauma psikologis akibat kejadian yang menimpanya. Pihak keluarga telah mendampingi korban dan berterima kasih kepada seluruh warga yang telah menyelamatkan Daniriansyah. Sementara itu, perburuan terhadap tiga terduga pelaku masih terus berlangsung. Kepolisian berharap adanya bantuan informasi dari masyarakat yang mungkin melihat atau mengetahui keberadaan para pelaku atau mobil yang digunakan dalam insiden tersebut. Kasus ini akan terus dikembangkan dengan jeratan pasal-pasal terkait penculikan dan penganiayaan, yang membawa ancaman hukuman berat bagi para pelakunya. Publik menanti keadilan ditegakkan dan para pelaku kejahatan segera diringkus untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

(dek/idh)


